Melissa virus dibuat pada 26 Maret 1999 oleh David L. Smith di Aberdeen Township, New Jersey. Namanya berasal dari penari yang diakui programmer bertemu di Florida. Virus ini dibuat dengan program dasar, persis dengan macro Microsoft Word. Virus Melissa adalah massa-mail malware yang dikatakan telah terinfeksi sampai 20 persen dari komputer di seluruh dunia. Virus ini menyebar melalui email.
Ketika file ini akan dibuka atau diklik maka secara otomatis akan menjalankan replikasi virus dan secara otomatis mengirim ke 50 alamat email. Email server di seluruh dunia terpaksa ditutup untuk mencegah virus menyebar, serta untuk menghapus virus dari system.
Patut disebutkan bahwa pada awalnya Melissa tidak dimaksudkan untuk menimbulkan bahaya, tapi setelah itu server kelebihan beban, virus menyebabkan masalah-masalah tidak terduga. Untuk pertama kali menyebar di grup diskusi Usenet alt.sex. Melissa tersembunyi dalam sebuah file yang bernama "List.DiC", yang menampilkan password yang berfungsi sebagai kunci untuk membuka situs porno 80. Bentuk asli dari virus yang dikirim melalui e-mail kepada pengguna berbeda.
Melissa memiliki kemampuan untuk berkembang biak pada Microsoft Word 97 dan Word 2000, serta Microsoft Excel 97, 2000 dan 2003.
Karen virus ini membahayakan, maka Smith pun ditangkap. Smith dihukum 20 bulan penjara federal dan diperintahkan untuk membayar denda sebesar US$ 5.000 serta dilarang untuk mengakses komputer tanpa pengawasan. Penangkapan mewakili kolaborasi antara FBI, New Jersey Kepolisian Negara dan Monmouth Internet.

Robert Tappan Morris, seorang ahli komputer Amerika Serikat. Ia membuat Morris Worm setelah lulus dari Cornell University tahun 1988. Maksud pembuatan worm itu, menurut dia, adalah untuk mengukur seberapa besar hebatnya internet. Worm ini ditargetkan bisa masuk ke sejumlah sistem di internet seperti e-mail, sistem jaringan, dan sistem yang menggunakan password.
Semula diperkirakan Morris Worm hanya akan menduplikasi satu hingga tujuh kali dalam komputer yang terinfeksi. Namun pada kenyataannya jauh lebih cepat dari itu. Dalam waktu tak terlalu lama puluhan ribu komputer terinfeksi Morris Worm. Dalam hitungan ekonomi, setiap komputer (atau sistem) yang terinfeksi worm tersebut dibutuhkan biaya pembersihan berkisar antara US$ 200 hingga US$ 53.000. Karena itu menimbulkan keresahan.
Pada tanggal 2 November 1988, Morris Worm, salah satu worm virus pertama yang fenomenal, didistribusikan melalui internet oleh seorang mahasiswa Cornell University, Robert Tappan Morris. Meskipun Morris berasal dari Cornell, namun ia sengaja melepaskan virus tersebut dari MIT untuk menyamarkan kenyataan bahwa worm tersebut berasal dari Cornell.
Morris sebenarnya menulis worm tersebut hanya untuk menguji populasi internet saat itu dan bukan berniat untuk merusak. Namun, worm yang dibuat ternyata beraksi lebih hebat dan berubah dari uji intelektual menjadi mesin denial of service. Morris worm mereplikasi ulang di setiap mesin yang ditemui jauh lebih cepat dari yang bisa diantisipasi.
Worm ini menerobos masuk melalui lubang di debug mode milik sendmail Unix yang berjalan dalam sistem dan menunggu sistem lain terkoneksi lalu mengirimkan email. Para ahli di University of California, Berkeley dan MIT mendapatkan salinan dari program dan mencoba untuk membuka source code Morris worm untuk menganalisa cara kerjanya.
Tim programmer bekerja non stop dan menghasilkan setidaknya bagaimana melakukan perbaikan temporer, yaitu cara untuk mencegah penyebaran worm yang terus menerus. Setalah hampir 12 jam, tim di Berkeley menemukan solusi mengatasi penyebaran worm. Metode lain juga ditemukan di Purdue dan disebarkan. Namun informasi tersebut tidak dapat keluar dengan cepat karena pada kenyataannya sudah banyak situs yang memutus koneksinya ke internet karena khawatir terserang Morris worm.
Beberapa hari kemudian, keadaan berangsur-angsur normal kembali dan Morris disebut-sebut dalam New York Times sebagai penulis dari worm yang menggemparkan ini. Tercatat sekitar 6000 mesin UNIX yang terkoneksi dengan internet, sekitar 10% dari populasi internet lumpuh. Kerugian sebesar US$15 juta. Worm Morris memacu pemerintah untuk mendirikan CERT (Computer Emergency Response Team). Morris adalah hacker pertama yang dikenai hukum cyber di Amerika Serikat, Computer Fraud and Abuse Act dan dikenai hukuman 3 tahun masa percobaan, 400 jam community service, dan denda US$10.050 serta biaya pengawasannya. Saat ini, dirinya menjadi pengajar Ilmu Komputer di MIT.
sumber :
http://www.andriewongso.com/artikel/viewarticleprint.php?idartikel=4190
http://awansembilan.blogspot.com/2011/02/robbert-morris-worm.html
setelah menginjak beberapa pertemuan...
sekarang mulailah diperkenalkan program2 dengan menggunakan perintah array..
sebelumnya..kita harus mengetahui tentang apa itu array..
array merupakan suatu variabel yang dapat menyimpan sebuah data list dan kemudian memanipulasinya dengan lebih efektif.
untuk lebih jelasnya..kita lihat saja pada contoh program di bawah ini ...
cekidoooooot
import java.io.*;
public class nilaiarray
{
public static void main (String [] args) throws IOException
{
int nilai[] = new int[3];
String n;
int i;
double jumlah = 0.0;
double ratarata = 0.0;
BufferedReader br = new BufferedReader(new InputStreamReader(System.in));
for (i=0; i
{
System.out.print("MASUKKAN NILAI ke-"+i+" : ");
n = br.readLine();
nilai[i] = Integer.parseInt(n);
}
System.out.println();
System.out.println("---*** NILAI MAHASISWA ***---");
for (i=0; i
{
System.out.println("Nilai ke - " +i+ " : " +nilai[i]);
jumlah = jumlah + nilai[i];
}
ratarata=jumlah/nilai.length;
System.out.println("JUMLAH = " + jumlah);
System.out.println(" i = " + i);
System.out.println("Nilai rata-rata = " + ratarata);
}
}
kurang lebih outptnya seperti ini..
selamat mencoba yaaa...
Program kali ini menghitung rata-rata nilai mahasiwa.. dan pernyataan bahwa mahasiswa lulus atau tidak lulus... import java.util.Scanner; public class nilai {public static void main (String [] args) { double uas, uts; double rata; String nim, nama; Scanner sa = new Scanner(System.in); System.out.print("MASUKKAN NIM : "); nim = sa.nextLine(); System.out.print("MASUKKAN NAMA : "); nama = sa.nextLine(); System.out.print("MASUKKAN NILAI UTS : "); uts = sa.nextDouble(); System.out.print("MASUKKAN NILAI UAS : "); uas = sa.nextDouble(); rata = (uts*0.4)+ (uas*0.6); System.out.println(""); System.out.println(""); System.out.println("^^^^^^^ NILAI MAHASISWA ^^^^^^^"); System.out.println("NIM : "+nim); System.out.println("NAMA : "+nama); if (rata > 65) {System.out.println("NILAI RATA-RATA : "+rata); System.out.println("-----* ANDA LULUS *-----");} else {System.out.println("NILAI RATA-RATA : "+rata); System.out.println("-----* ANDA TIDAK LULUS *-----");} } }
program ini menggunakan command IF dan menggunakan type import java Scanner ..
cekidot ceman-cemaaaan...
selamat mencobaaaaa... :)
Salah satu mode pada jaringan wireless adalah mode Jaringan Infrastruktur. Mode Jaringan Infrastruktur membutuhkan sebuah perangkat khusus atau dapat difungsikan sebagai Access point melalui software bila mengunakan jenis Wireless Network dengan perangkat PCI card. Mirip seperti Hub Network yang menyatukan sebuah network tetapi didalam perangkat Access Point menandakan sebuah sebuah central network dengan memberikan signal (melakukan broadcast) radio untuk diterima oleh computer lain.
Jika komputer pada jaringan wireless ingin mengakses jaringan kabel atau berbagi printer misalnya, maka jaringan wireless tersebut harus menggunakan jaringan infrastruktur. Pada jaringan infrastruktur access point berfungsi untuk melayani komunikasi utama pada jaringan wireless. Access point mentransmisikan data pada PC dengan jangkauan tertentu pada suatu daerah. Penambahan dan pengaturan letak access point dapat memperluas jangkauan dari WLAN.
Untuk melakukan komunikasi 2 buah komputer atau lebih pada mode jaringan Infrastruktur, semua komputer yang akan dihubungkan dengan jaringan wireless harus memiliki wireless adapter atau untuk Laptop memiliki fasilitas Wi-Fi dan Access Point.
Pada mode jaringan infrastruktur kita dapat menggunakan :
- Access point
- Wireless router atau wireless bridge
sumber :
http://chitrairadevi.blogspot.com/2010/07/laporan-wlan-infrastruktur.html
IEEE membuat standar bagi operasi LAN nirkabel sesuai peraturan dan regulasi FCC. Berikut ini adalah empat standar utama IEEE untuk LAN nirkabel :
1. 802.11
2. 802.11a
3. 802.11b
4. 802.11g
IEEE 802.11
IEEE 802.11 adalah sebuah standart yang digunakan dalam jaringan Wireless / jaringan Nirkabel dan di implementasikan di seluruh peralatan Wireless yang ada.
Standar ini berisi semua teknologi transmisi yang ada, termasuk Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS), frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS) dan inframerah.
Standar IEEE 802.11 mengatur sistem DSSS yang hanya beroperasi pada 1 Mbps dan 2 Mbps. Jika sistem DSSS beroperasi pada kecepatan data yang lain, seperti 1 Mbps, 2 Mbps, dan 11 Mbps, maka ia masih dapat dikategorikan sebagai suatu sistem yang cocok dengan 802.11. namun, jika sistem itu beroperasi pada kecepatan selain 1 atau 2 Mbps, meskipun sistem itu cocok dengan standar 802.11 karena kemampuannya untuk bekerja pada 1 dan 2 Mbps, maka tidak dapat beroperasi pada sebuah mode yang cocok dengan 802.11 dan tidak dapat berkomunikasi dengan perangkat lain yang cocok dengan 802.11.
Standar 802.11 mengatur penggunaaan sistem FHSS pada 1 dan 2 Mbps. Ada banyak sistem FHSS di pasar yang memperluas fungsi ini dengan menawarkan mode proprietary yang beroperasi pada 3-10 Mbps. Sama seperti DSSS, jika sistem itu beroperasi pada kecepatan selain 1 & 2 Mbps, ia tidak secara otomatis dapat berkomunikasi dengan perangkat lain yang cocok dengan 802.11.
IEEE 802.11b
IEEE 802.11b, yang disebut High-Rate dan Wi-fi™, mengatur sistem pengurutan langsung (DSSS) yang beroperasi pada 1, 2, 5.5 dan 11 Mbps. Standar 802.11b tidak mengatur setiap sistem FHSS, dan perangkat-perangkat mengikuti standar 802.11 yang berarti bahwa mereka kompetible ke belakang dan mendukung sekaligus kecepatan data 2 dan 1 Mbps.
IEEE 802.11a
Standar IEEE 802.11a mengatur operasi perangkat LAN nirkabel dalam band-band UNII 5 GHZ. Operasi dalam band-band UNII otomatis membuat perangkat-perangkat yang mengikuti standar 802.11a tidak cocok dengan semua perangkat lain yang mengikuti standar 802.11. alasan mengapa ketidak cocokan ini terjadi dikarenakan sistem-sistem yang menggunakan frekuensi 5 GHz tidak bisa berkomunikasi dengan sistem yang menggunakan frekuensi 2,4 GHz.
Dengan menggunakan band-band UNII, sebagian besar perangkat bisa mencapai kecepatan data 6, 9, 12, 18, 24, 36, 48, dan 54 Mbps. Sebagian dari perangkat yang menggunakan band-band UNII telah mencapai kecepatan data 108 Mbps dengan menggunakan teknologi proprietary, seperti rate doubling.
IEEE 802.11g
Standar 802.11g menyediakan kecepatan maksimum yang sama dengan standar 802.11a, ditambah dengan kompatibilitas ke belakang untuk perangkat-perangkat yang mengikuti standar 802.11b. kompatibilitas ke belakang ini membuat pekerjaan upgrade LAN nirkabel menjadi sederhana dan tidak terlalu mahal.
IEEE 802.11g menetapkan operasi dalam band ISM 2,4 GHz. Untuk mencapai kecepatan data yang lebih tinggi seperti dalam 802.11a, perangkat-perangkat yang mengikut standar 802.11g memanfaatkan teknologi modulasi Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM). Perangkat ini secara otomatis dapat memindahkan modulasi agar bisa berkomunikasi dengan perangkat-perangkat yang lebih lambat yang mengikuti standar 802.11b dan 802.11. mengingat semua kelebihan ini maka penggunaan 802.11g atas band 2,4 GHz yang padat merupakan sebuah kelemahan
